Jumat, 02 Januari 2015

Konsep Dasar Pembelajaran

KONSEP DASAR PEMBELAJARAN









                                                                                                      
Oleh
Iyusmidar Arif
1111060008


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
BINA BANGSA GETSEMPENA
BANDA ACEH
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Makalah Konsep Dasar Pembelajaran”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Kurikulum Dan Pembelajaran.

Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki oleh penulis . Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis  harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Banda Aceh, 25 October 2013


Iyusmidar Arif















i
 
 


KONSEP DASAR PEMBELAJARAN
Pembelajaran ( Instruction ) merupakan akumulasi dari konsep mengajar ( teaching ) dan konsep belajar ( Learning ). Penekanannya terletak pada perpaduan anatar keduanya, yakni kepada penumbuhan aktivitas subjek didik. Konsep tersebut dapat dipandang sebagai usaha system sehingga dalam system belajar ini terdapat komponen-komponen siswa atau peserta didik, tujuan, materi untuk mencapai tujuan, fasilitas dan prosedur serta alat atau media yang harus dipersiapkan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Davis ( 1974 : 30 ) bahwa learning system menyangkut pengorganisasian dari perpaduan antara manusia, pengalaman belajar, fasilitas, pemeliharaan atau pengontrolan dan prosedur yang mengatur interaksi perilaku pembelajaran untuk mencapai tujuan.
Kenyataannya bahwa dalam proses pembelajaran terjadi pengorganisasian, pengelolaan dan transformasi informasi oleh dan dari guru kepada siswa. Ketiga kategori kegiatan dalam proses pembelajaran ii berkait erat dengan aplikasi dan konsep system informasi management.
Dalam belajar ada yang dinamakan proses pembelajaran. Proses pembelajaran disini merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh seorang guru atau pendidik untuk membelajarkan siswa yang belajar. Sebenarnya, peran guru dalam pembelajaran sangat luas, guru sebagai pengajar, sebagai pembimbing, sebagai ilmuwan, dan sebagai pribadi. Oleh karena itu, guru hendaknya berperan dalam memfasilitasi agar terjadi proses mental emosional siswa tersebut sehingga kemajuan belajar dapat dicapai.
Banyak hal yang menjadi landasan atau tumpuan pada konsep belajar, mulai dari landasan filsafat, psikologi, sosiologi, komunikasi, dan bahkan teknologi. Landasan-landasan  yang sepertinya sudah tidak asing tersebut berkaitan erat dengan pembelajaran karena digunakan sebagai tumpuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Landasan Konsep Belajar

a. Filsafat

1
 

Secara filosofis belajar berarti mengingatkan kembali kepada manusia mengenai makna hidup yang bisa dilalui melalui proses meniru, memahami, mengamati, merasakan, mengkaji, melakukan, dan meyakini akan segala sesuatu kebenaran sehingga semuanya memberikan kemudahan dalam mencapai segala yang dicitacitakan.

b. Psikologis

Merupakan suatu perubahan prilaku manusia yang diakbatkan oleh kegiatan belajar tanpa memahami prilakunya sendiri atau menyadari dia harus berprilaku seperti apa.

c. Sosiologis

Sebagai mahluk sosial maka dalam mempelajari lawan besosialisasi, dan teman hidup bersama dapat melalui belajar sehingga sehinggaa mampu membangun sampai dengan negara dan bangsa.

d. Komunikasi

Komunikasi dengan pendidikan dalam proses belajar dan pembelajaran tidak bisa dipisahkan,karena dalam prakteknya belajar dan pembelajaran adalah proses komunikasi.

Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran hanya menerapkan kemamuan dan menggunakan sarana serta mengikuti mekanisme yang telah diatur dengan baik, dan proses pembelajaran yang telah direncanakan dengan baik akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


2
 


Perkembangan Konsep Dasar Pembelajaran
Keterampilan mengorganisasi informasi ini merupakan dasar kelancaran proses pembelajaran. Agnew dkk ( 1976 : 17 ) mengungkapkan bahwa belajar adalah kemampuan untuk mengorganisasi informasi merupakan hal yang mendasar bagi seseorang peserta didik. Meier ( 2002 : 203 ) mengemukakan bahwa semua pembelajaran manusia pada hakekatnya mempunyai empat unsure yakni, persiapan ( preparation ), penyampaian ( presentation ), pelatihan ( practice ) dan penampilan hasil ( performance ).
a.       Persiapan

Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan peserta belajar untuk belajar. Tanpa itu pembelajaran akan lambat dan bahkan dapat berhenti sama sekali. Namun karena selalu bersemangat untuk mendapat materi, tahap ini sering diabaikan, sehingga mengganggu pembelajaran yang baik. Persiapan pembelajaran itu seperti mempersiapkan tanah untuk ditanami benih. Jika dilakukan dengan benar niscaya menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan yang sehat, begitu juga dengan pembelajaran. Tahap ini penting mengingat bahwa untuk mendekati situasi belajar, misalnya, peserta belajar harus menghadapi segala macam rintangan yang potensil dapat mengganggu. Seperti tidak adanya manfaat, takut gagal, benci pada

b.      Penyampaian ( Presentation )

Tahap penyampain dalam siklus pembelajaran dimaksudkan untuk mempertemukan peserta belajar dengan materi belajar yang mengawali proses belajar secara positif dan menarik. Presentasi berarti pertemuan, dimana fasilitator dapat memimpin tetapi peserta belajar yang harus menjalani pertemuan itu. Pembelajaran berasal dari keterlibatan aktif dan penuh seseorang peserta belajar dengan pelajaran dan bukan dari mendengarkan persentasi guru atau dosen saja. Belajar adalah menciptakan pengetahuan bukan men menelan informasi, maka presentasi dilakukan semata-mata untuk mengawali proses belajar dan bukan untuk dijadikan focus semata.



3
 
 


c.       Latihan ( Practice )

Tahap latihan ini dalam siklus pembelajaran berpengaruh terhadap 70% atau lebih pengalaman belajar keseluruhan. Dala tahap inilah pembelajaran yng sebenarnya pembelajaran berlangsung. Bagaimanpun apa yang dipikirkan dan dikatakan serta dilakukan pembelajaran yang menciptakan pembelajaran dan bukan apa yang dipikirkan, dikatakan serta dilakukan oleh instruktur atau pendidik. Peranan pendidik hanyalah memprakarsai proses belajar dan menciptakan suasana yang mendukung suasana kelancaran pelatihan. Dengan kata lain tugas infrastruktur hanyalah penyusun kontek tempat peserta belajar dapat menciptakan isi yang bermakna mengenai materi belajar yang sedang dibahas. Tujuan tahap pelatihan adalah membantu peserta belajar mengintegrasikan dan menyerap pengetahuan dan keterampilan baru dengan berbagai cara.

d.      Penampilan hasil ( performance )

Belajar adalah proses mengubah pengalaman menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi pengalaman, pengalaman menjadi kearifan dan kearifan menjadi tindakan. Tujuan tahap penampilan hasil adalah untuk memastikan bahwa pelajaran tetap melekat dan berhasil diterapkan dan membantu peserta dan memperluas pengetahuan atau keterampilan baru mereka pada pekerjaan sehingga hasil pekerjaan akan melekat dan penampilan hasil akan terus meningkat seperti, penerapan didunia maya dalam tempo segera, penciptaan dan pelaksanaan rencana aksi dan efektifas penguatan penerapan .

Hasil belajar dan pembelajaran

Secara keseluruhan pemahaman terhadap konsep dasar pembelajaran tidak akan sempurna jika berhenti pada defenisi atau proses. Berikut uraian dari kaitan antara hasil pembelajaran yang sangat diharapkan sekali oleh semua lapisan masyarakat belajar khususnya peserta didik.

Bloom ( 1956 ) mengemukan 3 ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk aspek kognitif, bloom menyebutkan 6 tingkatan yaitu :

1.Pengetahuan
2.Pemahaman
3.Pengertian
4.Aplikasi
5.Analisa
6.Sintesa
7. Evaluasi


Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku secara keseluruhan baik yang menyangkut segi kognitif, afektif maupun psikomotor.
Pengaruh Hasil Belajar

Secara umum, hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu faktor-faktor yang ada didalam diri siswa dan faktor eksternal yaitu, faktor-faktor yang berada diluar diri pelajar. Yang tergolong faktor internal ialah :

1. Faktor fisiologis atau jasmani individu baik bersifat bawaan maupun diperoleh dengan melihat, mendengar, struktur tubuh, cacat tubuh dan sebagainya



5
 
 



2. Faktor psikologis baik bersifat bawaan maupun keturunan yang meliputi :
a. Faktor intelektual terdiri ataS

1. Faktor potensial, yaitu intelegensi dan bakat

2. Faktor actual, yaitu kecakapan nyata dan prestasi

b. Faktor intelektual yaitu komponen – komponen kepribadian tertentu seperti sikap, minat, kebiasaan, motivasi, kebutuhan, konsep diri, penyesuaian diri, emosional dan sebagainya.

3. Faktor kematangan baik fisik maupun psikis, yang tergolong faktor eksternal ialah :
a.       Faktor sosial yang terdiri atas

1. Faktor lingkungan keluarga

2. Faktor lingkungan sekolah

3. Faktor lingkungan masyarakat

4. Faktor kelompok

b. Faktor budaya seperti : adapt istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesenian dan sebagainya
c. Faktor lingkungan fisik seperti : fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim dan sebaginya
d. Faktor spiritual atau lingkungan keagamaan.

6
 
Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi secara langsung atau tidak langsung dalam mempengaruhi hasil belajar yang dicapai seseorang, karena adanya faktor – faktor tertentu yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu motivasi berprestasi, intelegensi dan kecemasan.
 Motivasi menuju hasil proses pembelajaran

Pengaruh motivasi disini adalah motivasi baik intern maupun ekstern terhadap hasil belajar yang dimaksud, menurur Hilgrad, motif merupakan tenaga penggerak yang mempengaruhi kesigapan untuk memulai melakukan rangkaian kegiatan dalam suatu perilaku. Menurut jenisnya motif dibedakan menjadi motif primer dan sekunder, yang diikuti oleh syamsudin ( 1990 ), yang diikuti oleh Subhana, membedakan motif sebagai berikut :
1. Motif primer ( primary motive ) atau motif dasa ( basic motive ) menunjukan kepada motif yang tidak dipelajari ( unleadned motive ) yang sering juga digunakan istilah dorongan ( drive)
2. Motif sekunder ( secondary motive ) menunjukan kepada motif yang berkembang dalam diri individu karena pengalaman dan dipelajari. Kedalam golongan ini termasuk :

a. Takut yang dipelajari ( learning fears )

b. Motif-motif sosial ( ingin diterima, ingin dihargai, conformitas, afiliasi, persetujuan, status, merasa aman dan sebagainya )

c. Motif-motif objektif dan interest ( eksplorasi, manipulasi, minat )

d. Maksud ( purposes ) dan aspirasi

e. Motif berprestasi ( achievement motive )








7
 
 


DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, Oemar. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Dimyati, Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud
www.google.co.id 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar