Dambaan hatiku…
Aku kenal dengan seorang laki-laki dari media sosial yaitu Facebook.namanya adalah Reza Setiawan.
aku tidak pernah membayangkan dekat ataupun sampai
berpacaran dengannya. Tidak hanya karena jarangnya kami berkomunikasi tapi
karena jarak kami yang sangat jauh. Aku di Banda Aceh sedangkan dia di
Meulaboh. Tapi reza sangat baik kepadaku. Aku sering bercerita tentang
masalahku padanya dan dia selalu memberikan aku saran yang baik. Sampai pada
akhirnya aku begitu nyaman dengannya. Ada kejadian lucu yang terjadi dan itu
jugalah yang membuat kami jadian. Pada suatu malam tiba-tiba aku marah
kepadanya. aku cerita kepadanya bahwa aku paling tidak suka dibohongi. Kemudian dia bertanya apa masalhnya. Aku bilang bahwa ada temenku katanya dia tidak
pacaran tapi di FB dia berhubungan. Tanpa aku sadari ternyata reza meyadari
bahwa orang yang aku ceritakan adalah dia. Dia tertawa lebar dan langsung
mengatakan bahwa ternyata aku menyukainya. Disitu aku sangat malu tapi aku
senang ternyata itu bukan pacar dia melainkan fb itu adalah fb reza yang lain.
Pada tanggal 25 desember 2010 jam 22.00 aku jadian dengan Reza. tanggalmya tepat sekali dengan hari natal tapi kami tidak perduli. Hari demi hari kami lalui bersama. Walaupun kami tidak pernah bertemu tapi kami merasa nyaman satu sama lain. Setiap hari aku selalu menceritakan keluh kesah kepadanya dan dia selalu mendengarkan dengan seksama. Aku bahagia bersamanya.
Setelah beberapa bulan kami pacaran
mulailah cobaan menghampiri hubungan kami. Reza dan kawan-kawannya memutuskan
untuk mendaki gunung di Takengon selama beberapa hari dan otomatis kami tidak
bisa berkomunikasi. Aku sangat sedih tapi reza terus meyakinkan bahwa dia
menyayangiku dan tidak akan meninggalkanku. Setiap jam aku selalu melihat hp
berharap ada sms atau tlp dari nya tapi ternyata tidak ada. Akusangat sedih.
Fikiranku mulai bercampur aduk dan tidak menentu. Kemudian 2 hari berikutnya
barulah ia memberi kabar bahwa dia sedang berada di puncak gunung itu. Walaupun
Cuma sebentar aku bahagia dia ternyata masih mengingatku. Setelah satu minggu
akhirnya dia kembali ke kampungnya dan kami pun kembali berkomunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar