Ketika masih kuliah pertanyaan mengerikannya itu
yah seputar, KAPAN WISUDA? Abis wisuda, KAPAN KERJA? Udah kerja, KAPAN NIKAH? Udah
nikah, BELOM PUNYA BABY?OMG,,,manusia akhir zaman
Tapi Jangan risau dengan pertanyaan seperti
itu, karena: “pernikahan adalah
peristiwamu, bukan milik orang yang menanyaimu”
Dulu, WANITA sangat menikmati kesendirian mereka, tapi
sekarang No. Sejak ada seseorang yang menjadi pemulai pertanyaan pertanyaan terrible
itu semuanya berubah.
Si A: kapan nikah?
Si B: jangan ngucapin hepi weding mulu,
sendiri kapan nyusul?
Si C: sipolan udah nikah, kamu kapan?
Si D: kuliah sama2, pacaran sama, tapi kok
masih ditikung ama kawan yang duluan merid?
Si E: pacaran lama, tapi kok yang nikah orang
(“ya iyalah orang, masa monyet”)
Pertanyaan seperti itu udah biasa keluar dari
mulut2 mereka yang juga masih sendiri atau yang sudah menikah. Sebenarnya tanpa kalian tanya pun, semua orang
dimuka bumi ini pasti ingin Menikah. Emang ada gitu orang didunia ini yang
pengen sendiri terus? Gak ada kan?“Truk aja gandengan masa elu sendiri” apalagi
menikah itu melengkapi separuh iman kita.
Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu
berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa menikah, maka ia telah
melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam
memelihara yang separuhnya lagi.’”[3]
So, WANITA Islam mana yang tidak ingin bertaqwa
dan beriman kepadaAllah?saya yakin tidak ada.
Setiap orang pasti
mendambakan sebuah pernikahan. Mengakhiri kisah cinta dengan indah di
pelaminan. Memulai hidup yang baru dengan seseorang yang kita pilih sebagai
pasangan seumur hidup. Menciptakan bahagia bersama dan menjadi rekan yang
tangguh dalam menghadapi setiap masalah.
Tetapi Sebenarnya ada beberapa hal “alasan kenapa wanita yang masih sendiri dan belum
menikah”.
1.
Umur masih muda(masih pengen ngumpul bareng
teman, khawatir kebebasannya terampas, atau Sengaja
menunda, karena kebetulan mengejar karier)
2.
Belum siap Lahir dan Bathin antara keduanya(baik
secara financial maupun kondisi lainnya)
3.
Belum kerja (bagi mereka yang ekonomi keluarga
dibawah rata-rata alasan ini sangat dominan karena mereka masih memikirkan
hidup keluarganya. Misal dia anak sulung yg harus membantu perekonomian keluarga
)
4.
Ada beberapa alasan yang tidak bisa
dijelaskan (mungkin karena trauma, pengalaman yang menyakitkan, dan lainnya)
5.
Belum ada pasangan (belum ada yang cocok,
tidak satu visi & misi, kalaupun sudah ada mungkin alasan 1,2,3, dan 4
Sebenarnya MENIKAH itu tidak semudah dan tidak sesulit yang
kita bayangkan. Dan yang paling terpenting MENIKAH itu bukan ajang PERLOMBAAN
atau COBA-COBA. Karena kalian semua bisa bayangkan setelah kita menikah, kita
akan melihat dan bertatap muka selama 24 jam. Bangun tidur, makan, duduk, dan
tidur lagi kita akan selalu bertemu. Pertanyaannya,
sudah SIAPkah anda?
Jangan anda menikah itu karena ada
alasan-alasan tertentu tanpa berfikir panjang terlebih dahulu. Misalnya
1.
Menikah Hanya Karena Dikejar
Usia
Kita tidak pernah tahu kapan jodoh kita akan datang dan kita
tak pernah bisa memastikan di usia berapa kita akan menikah. Setiap orang
memang memiliki targetnya masing-masing, tetapi jika memang belum ditakdirkan
menikah maka di usia berapa pun targetmu menikah tidak akan menikah juga. Pada
akhirnya SETIAP ORANG AKAN DIPERTEMUKAN DENGAN JODOHNYA MASING-MASING hanya
saja waktunya berbeda-beda. Jangan menikah hanya karena dikejar usia. Bukan
berarti kamu mau menikah dengan siapa saja hanya karena usiamu sudah cukup atau
bahkan lebih untuk menikah. Kecuali kamu mampu berbesar hati menerima segala
hal yang akan terjadi dalam rumah tanggamu kelak.
2.
Menikah Hanya Karena Paksaan
Orang Tua
Hal ini memang memberikan dilema tersendiri. Disatu sisi
belum menemukan seseorang yang teapt, disisi lain ingin memenuhi harapan orang
tua melihat pernikahan anaknya. Mungkin sebagian orang tua akan bertindak
sebagai mak comblang agar anaknya segera menikah. Jika seseorang yang
diperkenalkan padamu sesuai dengan kriteriamu tak ada salahnya mencoba. Tetapi
jika sama sekali tidak membuatmu nyaman, jangan memaksakan diri untuk
menikahinya hanya karena ingin menyenangkan hati orang tua. Kamu bisa
membicarakannya dengan baik-baik kepada orang tua. KARENA PERNIKAHANMU ADALAH
TANGGUNG JAWABMU, RUMAH TANGGAMU ADALAH TENTANGMU BUKAN TENTANG ORANG TUA. Mereka
hanya sebagai pendukung, tetap saja kamu yang harus menjalaninya. Jadi
pertimbangkan kembali sebelum memaksakan diri dalam pernikahan tersebut.
3.
Menikah Hanya Karena
Teman-Temanmu Sudah Menikah
Memang terkadang ada rasa cemburu melihat teman-teman sudah
menikah bahkan punya anak. Tetapi bukan berarti kita harus menikah secepatnya
dengan siapa saja yang datang menawarkan diri. Sekali lagi, pernikahanmu adalah
TANGGUNG JAWABMU. Menikah berarti hidup bersama selamanya, jika kamu asal
menikah maka kamu juga harus siap dengan rumah tangga yang asal-asalan.
Bersabarlah, akan tiba waktunya kamu akan menikah juga.
4.
Menikah Hanya Karena
Menginginkan Harta
Terdengar drama memang, faktanya ada beberapa orang yang
menikah dengan pertimbangan harta. Tidak ada yang salah, setiap orang berhak
atas hidup yang lebih baik. Tetapi jangan memaksakan diri, karena pada akhirnya
hanya akan menyakiti diri sendiri. Tidak semua keluarga orang kaya
memperlakukan anak miskin dengan baik, itu adalah kenyataan. Status sosial
masih sangat berpengaruh. Jadi pertimbangkan baik-baik, MENIKAH MEMANG
MEMBUTUHKAN UANG TETAPI TETAP SAJA UANG BUKAN SATU-SATUNYA ALASAN UNTUK BERUMAH
TANGGA.
Jangan jadikan semua alasan diatas sebagai
alasanmu untuk segera menikah. Tapi yang terpenting juga jangan berpikiran untuk segera menikah sebagai salah satu solusi atas segala perkara kehidupan. Semacam
gelanggang pelarian untuk hengkang dari masalah-masalah yang sedang dihadapi.
Ya, memang pernikahan adalah bahtera yang membawa manusia mengarungi utuhnya
kehidupan. Namun, bukankah mengarungi lautan masih harus berhadapan dengan
badai dan gelombang ganas. Setiap tahapan kehidupan memiliki tantangannya
masing-masing. Begitu pula dengan pernikahan. Sungguh, agak mengerikan juga
ketika pernikahan dikira sebagai solusi atas semua masalah. Ironis. Sebab di
dalam rumah tangga, manusia masih akan dihadang tantangan yang lain. Jangan
sampai menggali lubang untuk menutup jurang. Resikonya akan sangat melelahkan
dan menghabiskan energi karena perkara tak pernah selesai.
Jadi, perlu digaris bawahi bahwa Perempuan
yang belum menikah bukan karena mereka menunda atau terlalu banyak memilih
sehingga belum menemukan tambatan hati, tetapi ada hal yang lebih penting yang harus
mereka fikirkan sebelum mereka menuju satu jenjang yang lebih tinggi dari
jenjang ketika mereka masih sendiri. Kita kembali lagi ke masalah perekonomian,
bahwa perempuan yang ekonomi keluarganya berada dibawah rata-rata memiliki
lebih banyak alasan kenapa belum menikah. Misalnya, mereka masih memikirkan
orang tua yang sudah berjuang keras selama ini, bagaimana kehidupan keluarganya
setelah menikah, dll.
Tapi apapun itu kita harus ingat bahwa, pernikahan adalah cara untuk membentengi
martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji. Jika kamu sudah mampu secara
lahir dan bathin, maka MENIKAHLAH.
Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai
para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka
menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi
farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum
(puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”[1]
Semoga artikel ini sedikit dapat memberikan
pencerahan bagi kita semua (khususnya bagi saya sendiri untuk menjadi pribadi
yang lebih baik lagi, dijauhkandari segala yang buruk-buruk dan kedepannya
menjadi orang yang lebih baik lagi.). Artikel ini juga tidak bermaksud
menggurui siapapun (karena diri sendiri masih harus banyak belajar). Tujuannya hanya
untuk memberikan sedikit pengalaman tentang fenomena yang terjadi (dari diri
sendiri). Bagi yang belum Menikah,
bersabarlah semua akan indah pada waktunya. Yang akan menikah, bersegeralah
semoga diberi kelancaran dan dijauhkan dari segala yang buruk. Dan yang sudah
menikah, semoga keutuhan rumah tangga terjaga, dijauhkan dari yang buruk, dan
semoga bisa membawa pada keberkahan dunia walakhirat. Juga untuk saya sendiri,
semoga dijauhkan dari sesuatu yang buruk dan kedepannya menjadi orang yang
lebih baik.